| Source |
Istilah “suistanable”, “eco-friendly” dan “natural” kini semakin akrab ditelinga khususnya di industri mode. Hal ini didorong dengan semakin meningkatnya kesadaran Milenials dan Generation Z terhadap apa yang mereka beli dan konsumsi. Namun ternyata, masih banyak merek-merek yang mengambil rute “cepat” untuk menarik daya beli konsumen, yaitu melalui greenwashing. Greenwashing adalah taktik yang digunakan perusahaan untuk kelihatan lebih suistanable daripada yang sebenarnya. Ini bisa berarti membuat klaim palsu tentang praktik produksinya atau bahkan dengan sengaja mengaburkan fakta. Chatte sendiri melihat fenomena ini sebagai produk kapitalisme. Pada dasarnya perusahaan bertujuan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Sementara itu, siklus produksi yang sustainable memang secara praktik masih memerlukan cost yang tinggi. Tidak semudah itu bagi perusahaan untuk mengubah system produksi yang selama ini sudah mereka jalankan. Kini, semua kembali ke diri kita sebagai konsumen, dimana kita memiliki kendali penuh. It’s time for us to be a smart consumer. Do your research, jangan mudah terpengaruh oleh klaim merek tertentu saat akan membeli produk.
DISCLAIMER:
Konten pada blog ini adalah bagian dari tugas mata kuliah Multimedia, dan hanya digunakan untuk kepentingan pembelajaran semata. Sumber bacaan: https://www.theguardian.com/sustainable-business/2016/aug/20/greenwashing-environmentalism-lies-companies